ABOUT ME
Every human beingnow is a sound designer for destiny's himself.
When the world was hitted by great shock that destroyed the old economic and social structure.
The voice has been created is no longer as a cry of despair, but as a frequence modulation.
We learn how to turn knob of resiliences, change a crisis distortion into a harmonic of prosperity.
We no longer destroyed because of alteration; We literally use it as a power to strangethening our life signal.
One morning, I opened my laptop literally to find a file. Five minutes later, I realized what I was doing. I opened three tabs, two apps, and one notification which actually didn't matter for me. There is no something quietly difficult in the task. But I really don't know why it's like something that hard to begin with. Setelah diperhatikan, masalahnya bukan pada tugasnya. / After figure out it, I found that the truly problem was not the task. Masalahnya ada pada terlalu banyak hal kecil yang ikut meminta perhatian di waktu yang sama. / The truly problem was on the too much small things that want to contribute to our attention in the same time..
Kita sering mengira kelelahan datang dari pekerjaan besar. Freemind Link Source Here / We often looking for it in the wrong direction, assuming exhaustiveness came from did a great work. Padahal itu lebih sering datang dari keputusan kecil yang jumlahnya terlalu banyak. / Whereas it came from over quantity of small things. Memilih mau klik yang mana, buka yang mana dulu, balas yang mana, tunda yang mana. / Choose clearly whether you want to klik this or that, what something you want to open or reply firstly, what soemthing you have to decline or postpone. Setiap pilihan tampak ringan, tapi ketika dikumpulkan, ia membentuk gesekan yang tidak terlihat. / Every option seems weightless until it come together, making unseen friction. Seperti sistem dengan terlalu banyak variabel, energi habis bukan karena bebannya berat, tapi karena perhitungannya menjadi rumit. /It seems like the system that contains a lot of variables, the energy was drained because of complicated equation instead of heavy burden.
Setiap pagi akan ada waktu dimana saya berkencan dengan alat pengetik Namun, ada dorongan yang memaksa untuk beralih darinya prosesnya yang halus menjadikan saya buta akan arti sebenarnya sebuah kata Pengolah kata tampak sempurna, bahkan melebihi kesempurnaan itu sendiri Tanpa sadar, itu membuat beberapa kata menjadi kaku dan rigid Hal itu memunculkan kerinduan pada orisinalitas dalam proses menulis Rasanya saya telah kehilangan kepribadian dalam tulisan saya Namun, hal itu terus menggoda saya untuk melakukannya Saya mempunyai pilihan untuk membiarkannya berlalu Namun, ada kecenderungan entah darimana asalnya yang mendorong saya untuk pergi kepadanya Perbaikan seolah-olah berujung pada kebenaran Tetapi rasanya itu seperti perubahan yang dipaksakan. Sekarang adaa 3 entitas yang berperan, ada saya, kata-kata, dan sebuah mesin Mesin yang dirancang untuk memberitahu entitas lainnya apa yang seharusnya atau tidak seharunya mereka lakukan. Mentor saya membagi dunia penulisan kedalam dua entitas disini: Writers and Writer-Nots
Seminggu sebelum hari besar, saya terbiasa membuat kue kering yang khas disantap ketika berkumpul bersama Membuatnya membutuhkan extra kesabaran seperti saat ingin menyantapnya Tidak seperti jenis kue lainnya, kue ini dibuat dengan cara dilubangi untuk diisi oleh selai sebelum membentuknya menjadi bulat sempurna Dibutuhkan satu menit untuk membuat satu buah kue, bayangkan saya harus menyelesaikan 1 kg adonan yang mana jika ditotal hampir mencapai 1000 buah kue. Saya harus menghabiskan waktu 1000 menit saya untuk itu. Proses membuatnya sangat-sangat membosankan sehingga harus banyak bersabar Baru menyelesaikan 1 baris di loyang saja sudah membuat saya ingin mengakhirinya Sampai pada satu momen dimana saya mulai menyukai proses membuatnya Momen itu tercipta saat saya mulai melihat sebuah pola Pasalnya, ketika menyelesaikan satu baris kue, saya tidak melihat itu sebagai sebuah keindahan dan tidak memiliki makna apapun Barulah ketika menyelesaikan satu loyang penuh, saya menyadari bahwa pola yang dihasilkan dari kue-kue itu sangat mengesankan Saya melihat pola yang sama ketika belajar bahasa. ................................